Banjarnegara – Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, MAN 2 Banjarnegara atau yang akrab disapa Mandabara menggelar kegiatan bertajuk “Jumat Literasi, Menulis Hari Bumi” pada Jumat (17/04). Kegiatan ini mengusung tema “Senandung Alam: untuk Bumi yang Lebih Hijau” dan diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas.
Suasana berbeda tampak di ruang-ruang kelas Mandabara. Sejak pagi, para siswa telah bersiap dengan alat tulis mereka, sementara perangkat telepon seluler dikumpulkan sementara kepada wali kelas guna menjaga kekhusyukan proses kreatif. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kepekaan literasi siswa sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan melalui karya tulis yang orisinal.
Kepala Mandabara, H. Prihantoro Achmad, memberikan dukungan penuh terhadap agenda rutin yang dipadukan dengan momen lingkungan hidup ini. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyuarakan isu ekologi melalui media literasi.
”Kegiatan ini merupakan langkah konkret madrasah dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan. Kami ingin para siswa memahami bahwa bumi tidak hanya butuh janji, tetapi aksi nyata yang bisa dimulai dari sebuah tulisan. Literasi adalah cara terbaik bagi mereka untuk mengekspresikan kepedulian tersebut,” ujar Prihantoro Achmad saat memantau jalannya kegiatan di kelas-selas.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibebaskan memilih bentuk karya, mulai dari pantun, puisi, anekdot, karikatur, hingga komik. Salah satu siswa yang antusias mengikuti kegiatan ini adalah Danastri Aulia Dewi. Ia memilih menulis dua bait pantun yang berisi pesan untuk menjaga kelestarian alam.
”Lewat tulisan kecil ini, saya berharap bisa memberi warna dan makna pada perayaan Hari Bumi. Menulis membuat saya lebih merenungi kondisi alam saat ini,” ungkap Danastri dengan penuh semangat.
Selain sebagai wadah kreativitas, karya-karya yang dihasilkan wajib mematuhi aturan penulisan yang ketat, termasuk penggunaan kertas khusus yang telah disediakan. Melalui Jumat Literasi ini, Mandabara membuktikan diri sebagai “Madrasahnya Para Juara” yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap keberlangsungan bumi. (ta)
Tinggalkan Komentar