Banjarnegara – Keluarga besar MAN 2 Banjarnegara (Mandabara) kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Nadifka Akhdan Firdaus, Murid berbakat dari kelas XI-3 tersebut, berhasil meraih peringkat pertama dalam ajang Lomba Penulisan Cerita Pendek Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Lamina.Press. Dalam kompetisi yang diumumkan secara daring pada Senin (22/12) tersebut, Nadifka sukses menyabet penghargaan Juara 1 kategori Most Innovative Story.
Keberhasilan ini merupakan buah dari ketekunan Nadifka yang memanfaatkan waktu liburannya untuk kegiatan produktif. Melalui proses bimbingan intensif selama lebih dari dua bulan, ia mampu menyisihkan peserta lainnya dari kategori pelajar seluruh Indonesia. Nadifka mengaku bahwa niat awalnya hanya ingin mengisi waktu luang, namun dedikasinya justru membuahkan hasil yang luar biasa.
Dalam karyanya, Nadifka mengangkat filosofi mendalam yang menghubungkan kasih sayang orang tua dengan kecintaan pada tanah air. “Aku punya ide berkaitan dengan Hari Ibu. Di cerita itu, istilah Indonesia aku sebut dengan Ibu Pertiwi. Nah, kita hubungkan saja makna tersebut dengan Hari Ibu. Bagi saya, Hari Ibu bagi alam sama dengan Ibu Pertiwi yang harus kita jaga dan sayangi, sama seperti ibu yang telah mengandung kita,” ujar Nadifka saat menjelaskan konsep ceritanya.
Prestasi ini disambut penuh rasa syukur oleh Sutiyani, selaku guru pembimbing. Ia menilai Nadifka memiliki potensi besar dalam dunia literasi yang harus terus diasah. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Proses bimbingan selama dua bulan lebih ini terbayar lunas. Saya berharap kemampuan menulis Nadifka tidak berhenti sampai di sini, tetapi akan terus dilanjutkan dan dikembangkan pada event-event selanjutnya,” tutur Sutiyani.
Kepala Mandabara, Prihantoro Achmad, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi murid lain di Mandabara. “Selamat atas capaian luar biasa ini. Prestasi di Lamina.Press ini membuktikan bahwa murid kami mampu berinovasi dan bersaing secara kompetitif. Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk tetap berkarya di mana pun mereka berada,” pungkas Prihantoro Achmad. (ta)
Tinggalkan Komentar