Banjarnegara – Pramuka MAN 2 Banjarnegara mengadakan kegiatan latihan kepramukaan dengan materi penggunaan kompas di alam terbuka komplek kebun belakang madrasah(15/8) . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X yang berjumlah 576 orang. Latihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan kepramukaan siswa secara langsung di lapangan.
Prihantoro Achmad selaku Kepala Madrasah dan Ka Mabigus MAN 2 Banjarnegara menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. “Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini, terutama untuk membekali keterampilan dan jiwa mandiri bagi para siswa. Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi juga tentang kecakapan hidup,” ujar Prihantoro. Ia menambahkan, penguasaan materi kompas adalah salah satu kecakapan yang penting, terutama dalam kegiatan luar ruang.
Rowi, pembina pramuka sekaligus Ketua Gudep, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme para peserta. “Materi kompas memang menjadi salah satu dasar penting dalam kepramukaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya di lapangan,” jelas Rowi. Ia menambahkan, latihan langsung seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih nyata bagi siswa.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan latihan. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan ditugaskan untuk menemukan titik-titik tertentu yang telah ditentukan oleh pembina. “Awalnya sedikit bingung, tapi setelah dijelaskan, ternyata seru sekali. Ini pengalaman pertama saya menggunakan kompas secara langsung di alam terbuka,” kata salah satu siswi peserta, Salsabila. Senada dengan Salsabila, peserta lain, Rizky, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Teori di kelas rasanya berbeda dengan praktik langsung seperti ini. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengaplikasikan materi,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini berjalan lancar. Pembina Pramuka berharap latihan serupa dapat terus diadakan dengan materi yang beragam untuk meningkatkan kualitas dan minat peserta didik terhadap kegiatan kepramukaan. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan,” pungkas Prihantoro. (ta)
Tinggalkan Komentar