Banjarnegara – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan integritas pelaksanaan asesmen siswa, MAN 2 Banjarnegara (Mandabara) menggelar kegiatan bertajuk Refreshment Training QLink, Timed Exam, & Cheating Dashboard, (23/2). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, ini dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet dan dipusatkan di Laboratorium Komputer Lantai 1 Mandabara.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru dan proktor dengan pemahaman mendalam mengenai fitur-fitur terbaru dari platform Quipper Link. Inovasi ini diharapkan dapat meminimalisasi potensi kecurangan serta memberikan manajemen waktu ujian yang lebih efektif dan akurat bagi para siswa.
Kepala Mandabara, Prihantoro Achmad, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, adaptasi teknologi sangat krusial untuk menjaga kredibilitas hasil belajar siswa di era digital.
”Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Melalui pemanfaatan fitur terbaru seperti pantauan aktivitas mencurigakan, kami berharap pelaksanaan asesmen di madrasah dapat berjalan lancar, jujur, dan tetap objektif,” ujar Prihantoro Achmad dalam pernyataannya.
Materi pelatihan dipaparkan langsung oleh Akhmad Mukhibun selaku perwakilan tim dari Quipper. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan secara mendetail mengenai perbedaan sistem ujian lama dengan sistem baru yang kini lebih fleksibel namun tetap ketat. Ia juga menyoroti fitur Cheating Detection (CheDet) yang kini sudah merambah ke perangkat iOS.
”Sistem baru ini membagi ujian menjadi dua tipe, yaitu dengan batas waktu dan tanpa batas waktu. Selain itu, fitur deteksi kecurangan kini jauh lebih sensitif; sistem dapat mendeteksi jika siswa membuka aplikasi lain, menggunakan mode Picture-in-Picture, hingga melakukan tangkapan layar atau screenshot saat ujian berlangsung,” jelas Akhmad Mukhibun saat memaparkan materi melalui presentasi visual.
Pelatihan yang diikuti oleh jajaran guru dan proktor ini dimulai tepat pukul 07.45 WIB. Dengan adanya sinkronisasi antara teknologi dan kesiapan sumber daya manusia di Mandabara, pihak madrasah optimis bahwa standar evaluasi pendidikan akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan yang ada. (ta)
Tinggalkan Komentar