Banjarnegara – Menghadapi tantangan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang kian kompetitif, para pendidik Bahasa Inggris di MAN 2 Banjarnegara (Mandabara) bergerak cepat memperbarui metode pengajaran. Melalui tajuk Sharing Best Practice Literasi Bahasa Inggris, kegiatan pengembangan diri ini digelar secara daring dan luring pada Rabu, (8/1).
Berpusat di Ruang Laboratorium Komputer dan terkoneksi melalui Google Meet, seluruh guru Bahasa Inggris berkumpul untuk merumuskan formula terbaik dalam mendampingi siswa kelas XII. Fokus utama diskusi kali ini adalah penguasaan literasi bahasa, yang menjadi kunci krusial dalam kelulusan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri.
Kepala Madrasah, Prihantoro Achmad, menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para guru. Beliau memandang inovasi pengajaran adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap sesi berbagi ilmu tersebut memberikan manfaat nyata untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. Guru yang terus belajar adalah kunci utama keberhasilan siswa kita,” tutur Prihantoro Achmad.
Sesi berbagi praktik baik ini dipandu oleh Trisakti Agriani, seorang coach profesional dari Quipper yang telah lama malang melintang di dunia literasi bahasa Inggris. Dalam kegiatan tersebut, ia mengupas tuntas teknik pembedahan soal-soal standar UTBK yang menuntut kemampuan analisis tinggi.
“Materi pengajaran UTBK harus disampaikan dengan cara yang segar. Tujuannya jelas, agar kualitas pembelajaran dan pendampingan bagi murid dalam menghadapi UTBK meningkat secara signifikan, sehingga mereka lebih percaya diri saat ujian nanti,” kata Trisakti Agriani menjelaskan misinya.
Respons positif juga datang dari para peserta. Nuur Syaikha Afiyati, salah satu guru yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, merasa mendapatkan perspektif baru dalam menghadapi teks bahasa Inggris yang kompleks.
“Jujur, ilmu yang diberikan oleh coach tadi sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya. Kami mendapatkan teknik-teknik baru yang lebih efektif untuk diajarkan kepada anak didik agar mereka tidak lagi kesulitan memahami teks literasi,” ujarnya penuh antusias.
Acara yang berakhir pukul 10.30 WIB ini diharapkan menjadi pemantik bagi para guru untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik di Mandabara. (ta)
Tinggalkan Komentar