Banjarnegara – Dalam rangka mencetak generasi pendakwah yang kompeten dan percaya diri, MAN 2 Banjarnegara atau yang akrab disapa Mandabara menyelenggarakan Pelatihan Khutbah dan Kultum, (25/4). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu ini, bertempat di ruang multimedia madrasah mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.
Peserta kegiatan ini terdiri atas perwakilan siswa kelas X dan XI. Masing-masing kelas mengirimkan tiga delegasi terbaiknya untuk mendalami tata cara berdakwah yang baik dan benar. Pelatihan ini dirancang secara intensif agar para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya di depan umum, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas.
Kepala Mandabara, Prihantoro Achmad, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, adalah keterampilan krusial bagi siswa madrasah.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kecakapan syiar Islam. Harapannya, lulusan Mandabara tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menjadi teladan serta pemimpin di bidang keagamaan saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Prihantoro Achmad dalam sambutannya.
Sebagai narasumber utama, hadir Alfian Nur Mustofa yang merupakan guru Bahasa Arab sekaligus praktisi dakwah. Dalam sesi materi, ia memaparkan berbagai strategi agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh audiens. Alfian menekankan pentingnya persiapan naskah yang sistematis serta penguasaan intonasi yang tepat.
“Kunci dari khutbah atau kultum yang menarik terletak pada keruntutan materi dan kepercayaan diri sang orator. Salah satu tips penting adalah menggunakan bahasa yang komunikatif namun tetap santun, serta menyisipkan rujukan yang kuat agar pesan yang disampaikan memiliki dasar yang kokoh,” ungkap Alfian Nur Mustofa saat membagikan tips dan trik kepada para peserta.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab dan simulasi singkat. Melalui pelatihan ini, Mandabara berkomitmen untuk terus konsisten dalam mengembangkan potensi non-akademis siswa, khususnya dalam memperkuat identitas madrasah sebagai pencetak kader dai yang berwawasan luas. (ta)
Tinggalkan Komentar