Banjarnegara – MAN 2 Banjarnegara atau yang akrab disapa Mandabara terus berkomitmen meningkatkan keterampilan praktis siswanya. Pada Sabtu, madrasah ini menggelar kegiatan Uji Kompetensi bagi siswa kelas komputer, (18/4). Acara yang berlangsung di Laboratorium Komputer Mandabara tersebut diikuti oleh 69 siswa dengan pengawasan ketat dari pihak eksternal.
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Mandabara dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sudirman. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penilaian yang diberikan bersifat objektif dan memiliki standar yang diakui secara profesional. Dalam ujian ini, para siswa ditantang untuk menyelesaikan materi Microsoft Office selama 60 menit. Uniknya, materi yang diujikan bukan sekadar teori dasar, melainkan berpedoman pada materi seleksi perangkat desa yang dikenal memiliki tingkat ketelitian tinggi.
Kepala Mandabara, Prihantoro Achmad, hadir memantau langsung jalannya kegiatan. Ia memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif yang menghubungkan kurikulum madrasah dengan kebutuhan nyata di masyarakat. “Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya membekali siswa dengan sertifikasi yang kredibel. Mandabara ingin memastikan lulusannya tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja maupun birokrasi,” ujar Prihantoro Achmad di sela-sela peninjauan.
M. Giri Laksana, selaku pengampu kelas keterampilan komputer, menjelaskan bahwa pemilihan materi standar perangkat desa bertujuan agar siswa memiliki gambaran nyata mengenai dunia kerja di instansi pemerintahan. Menurutnya, penguasaan aplikasi perkantoran seperti Word dan Excel adalah harga mati di era digital.
”Harapan saya agar anak-anak lebih terampil dalam keahlian komputer karena pada era saat ini ujian komputer diperlukan terutama untuk mengisi jabatan di instansi pemerintahan,” ungkap M. Giri Laksana.
Melalui uji kompetensi ini, Mandabara berharap para siswa memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi saat lulus nanti. Sertifikat yang diperoleh dari LPK Sudirman diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi portofolio siswa, baik untuk melanjutkan studi maupun bagi mereka yang ingin langsung berkontribusi di tengah masyarakat. (ta)
Tinggalkan Komentar