Banjarnegara – Semangat kepedulian sosial terpancar jelas di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang menggelar aksi sosial bertajuk “Ramadhan Berbagi”, (14/3). Kegiatan ini melibatkan puluhan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), anggota Pramuka dan para Pembina yang terjun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar.
Aksi yang berlangsung dengan khidmat ini menyasar warga yang membutuhkan di lingkungan sekitar madrasah. Berdasarkan data panitia, bantuan yang disalurkan terdiri atas 74 paket sembako dan 19 amplop berisi santunan uang tunai. Paket sembako tersebut dibagikan kepada masyarakat ekonomi lemah, seperti tukang becak dan warga kurang mampu di sekitar madrasah. Sementara itu, santunan uang tunai diberikan secara khusus kepada siswa Mandabara yang mengalami kesulitan ekonomi.
M. Subhan AS, selaku panitia penerimaan zakat, menjelaskan bahwa dana dan logistik yang dibagikan merupakan hasil kolektif dari seluruh keluarga besar madrasah. “Penyaluran ini mencakup 74 paket sembako untuk masyarakat umum dan 19 amplop uang bagi siswa internal kami. Infaq ini dikumpulkan oleh anak-anak OSIM berbarengan dengan penarikan zakat fitrah selama rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Di sisi lain, keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati dan jiwa sosial sejak dini. Para anggota OSIM dan Pramuka terlihat antusias menyambangi para penerima manfaat meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Kepala Mandabara, Prihantoro Achmad, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap langkah kecil ini dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar madrasah.
”Kami sangat bersyukur kegiatan Ramadhan Berbagi ini berjalan lancar. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerima dan menjadi keberkahan bagi keluarga besar Mandabara yang telah menyisihkan sebagian rezekinya,” tutur Prihantoro Achmad.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan evaluasi singkat bersama para siswa. Dengan adanya program rutin seperti ini, Mandabara membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik di dalam kelas, tetapi juga tentang pengabdian nyata kepada sesama manusia. (ta)
Tinggalkan Komentar