Banjarnegara – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarnegara, atau yang akrab dikenal dengan sebutan Mandabara, menggelar rapat dinas penting, (14/2). Bertempat di ruang multimedia, kegiatan yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru serta pegawai tata usaha. Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan agenda madrasah, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan serta persiapan teknis ujian siswa.
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Prihantoro Achmad, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan profesionalisme meskipun memasuki bulan puasa. Ia secara resmi mengumumkan penyesuaian jam kerja bagi seluruh civitas akademika selama Ramadan mendatang.
”Saya menekankan agar ketertiban dalam mengajar tetap dijaga dengan baik. Selama Ramadan, jam kerja akan dimulai pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 14.00, kecuali pada hari Jumat yang hanya sampai pukul 11.30. Saya berharap seluruh guru dan pegawai dapat menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin agar pelayanan pendidikan tetap prima,” ujar Prihantoro Achmad di hadapan peserta rapat.
Selain penyesuaian jam kerja, fokus utama rapat kali ini adalah pembahasan persiapan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS). Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ambar Tri Setyo Yuwono memberikan penjelasan mendalam mengenai kesiapan teknis dan jadwal pelaksanaan ujian tersebut. Berdasarkan koordinasi internal, persiapan perangkat soal dan administrasi sudah mulai digarap sejak pekan ini.
”Persiapan ASTS sudah kami lakukan sejak minggu ini, mengingat pelaksanaan asesmen direncanakan akan dimulai pada tanggal 23 Februari mendatang. Kami terus mematangkan segala kebutuhan agar kegiatan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti, meskipun nantinya dilaksanakan saat para siswa dan guru sedang menjalankan ibadah puasa,” terang Waka Kurikulum dalam penyampaiannya.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan regulasi bagi seluruh staf Mandabara. Dengan adanya pembagian jam kerja yang jelas dan persiapan ujian yang matang, pihak madrasah optimis bahwa kualitas pembelajaran dan evaluasi siswa akan tetap terjaga di tengah suasana religius bulan Ramadan. (ta)
Tinggalkan Komentar